Warning: include_once(includes/custompost.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/kruchild/public_html/wp-content/themes/whitewires/functions.php on line 19

Warning: include_once(): Failed opening 'includes/custompost.php' for inclusion (include_path='.:') in /home/kruchild/public_html/wp-content/themes/whitewires/functions.php on line 19
Bloge Cah Kidul » MATERI

Tercabutnya ilmu

Posted by: bayu  :  Category: ADVICE, keindahan, MATERI

tercabutnya ilmu di dalam dunia ini oleh Allah tidaklah seperti kita mencabut rerumputan di tengah lapangan, akan tetapi Allah mencabut ilmu yang ada di muka bumi ini dengan mencabut nyawa orang- orang yang ahli ilmu. semakin banyak Allah mencabut orang yang ahli ilmu maka semakin sedikitnya ilmu, sehingga akan menjadikan runtuhnya ilmu itu sendiri. sehingga akan ada kemungkinan orang yang menjadi pemimpin ialah orang yang tidak berilmu, yang menjadikan dunia ini penuh dengan ketida adilan dan penyelewengan.

pemimpin

Posted by: bayu  :  Category: MATERI

kata pemimpin bukanlah sesuatu yang aneh atau asing di telinga kita. dan begitu juga dengan makna arti pemimpin tersebut ada yang mengatakan pemimpin adalah kepala dari suatu kelompok ada juga yang berpendapan sebagi otak dari suatu kelompok. dan sebagainya..

persepsi yang akan kita kaji adalah bagai mana sesungguhnya sosok pemimpin itu apa sebahgai otak atau sebagainya. tertapi lebih bagaimana tindakan pemimpin tersebut. ada  beberapa yang hal harus di perhatikan oleh pemimpin

  1. visi dan misi,
  2. tujuan
  3. kemampuan atau kekeuatan dasar suatu yang di pimpin
  4. keteladan
  5. sikap
  6. terbaik lebih utama dari kesempurnaan
  7. dasari dengan pengabdian

sekian banyak poin diatas, bukan menjadi batas maximal yang harus di perhatikan seorang pemimpin. masih banyak hal-hal yang perlu di perhatikan. penulis merasa untuk saat ini ke tujuh poin tersebutlah yang perlu di sampaikan. dan ada satu kalimat yang berdendang di telinga penulis yang di dapatkan dari pelatihan kepemimpinan yaitu “pemimpin adalah ujung tombak dan ujung tombok“. di lihat ari kata tersebut menurut penulis sudah menunjukan bagaimana seharusnya pemimpin ia harus siap menjadi yang di depan,di tengah dan di belakang. serta berani berkorban demi yang di pimpin. bukan malah mengorbankan orang yang di pimpin. pertanyaan..?

  1. adakah pemimpin seperti itu..?
  2. sudahkah pemimpin kita seperti itu..?
  3. kapan kita bisa seperti itu..?
  4. diamkah kita jika pemimpin tidak seperti itu..?

jawaban ada di pundak kita bersam.

confisius

Posted by: bayu  :  Category: MATERI

3 pesan dari confisus

1. what i hear,  i forget

2. what i see, i remember

3. what i do,  i understand

BELAJAR

Posted by: bayu  :  Category: MATERI

BELAJAR

DIRINGKAS OLEH : YUSUF BAYU MELANI

A. Pengartian belajar

Belajar bukanlah sesuatu hal yang asing di kehidupan kita,tetapi sangat asing dalam pengalamanya.baik lisan maupun tindakan. Belajar ada yang mengatakan sama seperti latihan dan ada juga yang berpendapat tidak sam dengan latihan.

Pengertian belajar.

Menurut pisikologi belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu yang di hasilkan dari intraksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan belajar dapat di definisikan    sebagai

”suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”

Ciri-ciri perubahan tingkah laku

  1. Perubahan terjadi secara sadar.
  2. Perubahan bersifat continue dan fungtional
  3. Perubahan dalam belajar aktif dan bersifat positif
  4. Belajar bukan bersifat sementara
  5. Belajar bertujuan atau terarah.
  6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku dalam perubahan belajar.

B. Jenis-jenis belajar

  1. Belajar bagian

Yaitu di mana materi belajar yang luas atau ektentif menjadi bagian-bagian yang satu sama lain berdiri sendiri missal : silat

  1. Belajar diskriminatif

Yaitu usaha memilih beberapa sifat situasi/stimulus dan menjadikanya pedoman dalam tingkah laku. Dan dalam hal ini subyek diminta berspon secara berbeda â€\”beda terhadap stimulus yang berkelainan.

  1. Belajar global. / metode gestalt
  2. Belajar dengan wawasan.

Menurut  G.A. miller

Wawasan barang kali merupakan kreasi daari rencana penyelesaian yang mengontrol rencana-rencana subordinasi lain(pola tingkah laku)yang telah terbentuk.

  1. Belajar insidental

Dalam konsep ini tidak ada sama sekali kehendak untuk belajar.hal ini bertentangan dengan anggapan bahwa belajar selalu berarah-tujuan.

  1. Belajr instrumental

Yaitu belajr atau reaksi seseorang yang di perlihatkan di ikuti oleh tanda-tanda yang mengarah pada hadiah atau hukuman. Dalam belajar ini lebih khusus dalam pembentukan tingkah laku.

  1. Belajar intersional(berarah-tujuan)
  2. Laten

Yaitu perubahan-perubahan tingkah laku yang terlihat tidak secara langsung ,dan konsep ini di akui dalam bentuk belajar insedintal.

  1. Belajar mental.

Belajr dengan cara melakukan observasi dari tingkah laku orang lain , membayangkan gerakan-gerakan orang lain dan lain-lain.

10.  Belajar prooduktif.

R. BERGUIS (1964) mengatakan belajar produktif sebagai belajar dengan transfer yang maksimum. Dan belajar yang produktif bila individu mampu mentransfer prinsip-prinsip yang menyelesaikan suatu persoalan dalam satu situasi ke situasi yang lain.

11.  belajar verbal.

  1. C. Teori-teori belajar.
  2. 1. GESTALT.

Teori ini de kenalkan oleh koffka dan kohler dari jerman dan teori ini sering juga di sebbut dengan jenis belajr global.

Prinsi-prinsip teori gestalt.

  1. Belajr berdasarkan keseluruhan.
  2. Belajar adalah suatu proses perkembangan.
  3. Siswa sebagaiorganisme keseluruhan.
  4. Terjadinya transfer materi.
  5. Belajar berlangsung secara continue
  6. Adanya minat, keinginan dan tujuan yang ingin di capai.
  7. Belajar harus dengan insaight”suatu saat dalam proses belajar di mana seseorang melihat pengertian tentang sangkut-paut dan hubungan-hubungan tertentu dalam unsur yang mengandung suatu problem.
  1. 2. Teori J. BRUNER

Yaitu di mana belajr bukan bertujuan untuk merubah prilaku tetapi merubah kurikulum sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar dengan mudah dan lebih banyak. Dalam proses belajr ini di pentingkan partisi actif dari sisswa dan mengenal baik adanya perbedaan kemampuan untuk dapat melakukan exploitasi.

Dalam hal ini materi yang di pelajari siswa dapat di golongkanmenjadi.

  1. Enactive    : keahlian dasar.
  2. Iconic         : mengetahui arah
  3. Symbolic    : tanda-tanda

Dan ada 4 hal yang perlu di perhatikan pendidik.

  1. Keaktifan siswa
  2. Struktur materi yang akan di presentasikan.
  3. Bimbingan belajar.
  4. Penguat dan umpan balik.
  1. 3. Teori  DIAGET

Teori ini lebih focus dalam perkembangan anak. Salah satu proses yang di temukan dalam perkembangan anak antara lain

  1. Anak mempunyai struktur mental yang berbeda.
  2. Perkembangan mental.
  3. c. Jangka waktu dalam tahap perkembanga. Dan dalam masa perkembnagan di pengaruhi beberapa factor 1. Kemasakan. 2. Pengalama. 3. Interaksi social. 4. Equilibration (penggabunngan proses belajar untuk membawa dan memperbaiki mental. Kemudian tahp perkembanganya..
    1. Berfikir secara intuitif                         + 4 tahun
    2. Beroperasi secara konkret     + 7 tahun
    3. Beroperasi secara formal       + 11 tahun.
    4. R.GAGNE.

Gagne memberikan devinisi,yaitu.

  1. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan,keterampilan,kebiasaan dan tingkah laku.
  2. Belajar adalah penguasaan pengatuan atau keterampilan yang diperolah dari interaksi.

Gagne membagi 5 kategori ssesuatu yang  di perolah oleh manusia.

  1. Keterampilan motoris.
  2. Informasi verbal.
  3. Kemampuan intelektual.
  4. Strategi kognitif.
  5. Sikap.
  6. purposeful learning.

Adalah belajar yang dilakukan dengan sadar untuk mencapai tujuan dan yang.

  1. Di lakukan siswa sendiri tanpa perintah atau bumbingan orang lain.
  2. Di lakukan siswa dengan bimbingan di dalam situais belajr mengajar.
  3. Urutan purposeful leraning tanpa bimbingan.
  4. Memperhatikan situasi belajar.
  5. Menetapkan tujuan.mengarahkan prhatian dan kegiatan kepada pencapaian tujuan.
  6. Mengadakan usaha-usah pendahuluan yang mencakup berpikir produktif dalam hubungan dengan tugas-tugas di dalam biddang

-          Kognitif

-          Psikomotorik dan  afektif

  1. Latiahn memperoleh kecakapan.dan untuk mencapai tujuan
  2. Mengevaluasi tingkah laku sendiri.
  3. Mencapai tujuan atau tidak mencapai tujuan.
  4. Mengalami kepuasan menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang lebih tinggi tingkatanya (daripada sebelum belajar ) di dalam situasi lain.
  5. Belajar bertujauan di dalam situasi sekolah.

Tingkat belajr brtujuan dengan bimbingan.

  1. memperhatikan situasi belajr.
  2. Menetapkan tujuan
  3. Mengadakan percobaan
  4. Latihan/praktek.
  5. Menilai tingkah laku sendiri
  6. Mencapai tujuan memperoleh kepuasan.
  7. 6. Belajr dengan jalan mengamati dan meniru (obser vational lerning and imitation)
    1. Model yang di tiru.

Model yang di tiru dapat di golongkan menjadi

  1. Kehidupan yang nyata
  2. Simbolik
  3. Representational.

B,   pengaruh meniru .

  1. Modeling effect

Yaitu model ini harus menunjukan hal yang baru bagi siswa tetapi dapat di lakukan oleh siswa itu sendiri.

  1. Disinhibition effect

Yaitu seseorang siswa dapat memperlemahatau memperkuat respon-respon yang di miliki.

  1. Eliciting effect.dengan mengamati dan meniru suatu mode, siswa menghubungjakn tingkah laku dari model dengan responresponse yang telah di milikinya.

C,   beberapa factor yang mempengaruhi peniruan

  1. Konsekuensi dari respon.
  2. Sifat-sifat siswa

Siswa yang suka meniru biasanya adalah yang :

-          Mempunyai rasa kurang percaya diri,

-          Kurang kemampuanya

-          Merka mempunyai sifat-sifat yang sama seperti model.

-           Berada dalam suasana perasaan tertentu karena tekanandari luar atau karena obat(drugs)

D,  melupakn respon yang di tiru

Ada beberapa cara untuk menanggulangi respon tersebut.

  1. Tidak memberi hadiah atas suatu respon,
  2. Menghilangkan penguat positif,
  3. Menggunakan perangsang yang tak menyenangkan.
  4. Belajar berkondisi.

E,    penerapan di sekolah

  1. Tingkah laku social
  2. Tingkah laku pisikomotorik
  3. Perkembangan keterampilan vocal.
  1. 7. Belajr yang bermakna
    1. Tipe-tipe belajar.
      1. Dimensi menerima (reception learning) dan menemukan (discovery learning)
      2. Di mensi menghafal( rote learning) dan belajar bermakna ( meaningful learning)

Jika kedua dimensi di gabung kida dapan memperolah 4 macam belajar (ausubel and robinshon)

  1. Meaningful reception
  2. Rote reception
  3. Meaningful discovery
  4. Rote discovery.
  5. Stuktur dan proses internal.

Menurut ausubel dan robishon struktur kognitif itu bersifat pyramidal. Bagian puncaknya yang sempit berisi konsep-konsep atau teori-teori yang paling umum. Bagian tengah yang agak berisi sub-subkonsep yang kurang umum. Dan bagian dasar yang paling luas berisi informasi-informasi khusus.

Proses mengintegrasi informasi atau ide baru ke dalam struktur kognitif yang telah ada di sebut subsumsi

Ada dua macam subsumsi yaitu:

  1. Subsumsi derifatif  yaitu proses menghubungkan ide baru dengan ide yang telah di miliki sehingga terjadinya belajar.
  2. Subsumsi korelatif yaitu proses mengubah ide yang telah di punyai ke ide yang baru.
  3. Vriable dalam belajr bermakna

Macam-macam struktur variable kognitif

  1. Pengetahuan yang di milikinya
  2. Diskriminabilitas
  3. Kemantapan dan kejelasan
  4. Motivasi dan belajar bermakna

Motiv keberhasilan ada 3 komponen

  1. Dorongan kognitif.
  2. Harga diri.
  3. Kebutuhan berafiliasi
  4. Penerapan di sekolah

Pertama-taama menekankan penguasaan belajar mula,retensi, transfer, dan variable-variabel yang berhubungan dengan belajar . dan di mana guru di harapkan harus dapat menciptakan kondisi yang di mana memungkinkan siswa dapat belajar dengan efektif, dan dapat mengembangkan ekplorasinya.